Mengenal Profesi Credit Analyst dan Hubungannya dengan Akuntansi– Prodi Akuntansi Alma Ata.

Ketika seseorang atau perusahaan mengajukan kredit, lembaga keuangan tidak cukup hanya melihat jumlah pinjaman yang diminta. Ada proses analisis untuk menilai apakah calon debitur mampu memenuhi kewajibannya. Di sinilah Credit Analyst memiliki peran penting. Menurut OJK, analis kredit adalah orang yang menganalisis permohonan kredit dari berbagai aspek, termasuk hukum, keuangan, pemasaran, produksi, manajemen, ekonomi, hingga jaminan.

Apa Itu Credit Analyst?

Credit Analyst adalah profesional yang bertugas menilai tingkat risiko sebelum lembaga keuangan memberikan fasilitas kredit. Dalam praktiknya, seorang analis dapat memeriksa data kredit, laporan keuangan, kondisi bisnis, kemampuan membayar, serta berbagai informasi pendukung lainnya. O*NET juga menjelaskan bahwa Credit Analyst menganalisis data kredit dan laporan keuangan untuk menentukan tingkat risiko dalam pemberian pinjaman serta menyusun laporan sebagai bahan pengambilan keputusan.

Profesi ini banyak ditemukan di bank, perusahaan pembiayaan, fintech lending, perusahaan perdagangan, maupun perusahaan yang memiliki fungsi manajemen kredit.

Mengapa Akuntansi Sangat Penting?

Hubungan Credit Analyst dengan akuntansi sangat erat karena sebagian besar keputusan kredit membutuhkan pemahaman terhadap informasi keuangan. Laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi serta kemampuan finansial suatu perusahaan.

Ikatan Akuntan Indonesia menjelaskan bahwa laporan keuangan menyediakan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja, dan arus kas yang berguna bagi pengguna dalam mengambil keputusan ekonomi.

Karena itu, mahasiswa jurusan akuntansi memiliki fondasi yang relevan untuk meniti karier sebagai Credit Analyst. Mereka terbiasa membaca angka, memahami transaksi, menganalisis laporan keuangan, serta menghubungkan informasi keuangan dengan kondisi bisnis.

Kemampuan yang Dibutuhkan

Menjadi Credit Analyst tidak hanya membutuhkan kemampuan menghitung rasio keuangan. Profesional di bidang ini juga perlu memiliki kemampuan analitis, ketelitian, komunikasi, pemahaman bisnis, serta kemampuan menilai risiko.

Salah satu pendekatan yang dikenal dalam analisis kredit adalah prinsip 5C, yaitu Character, Capacity, Capital, Collateral, dan Condition. Pendekatan tersebut membantu pemberi kredit menilai karakter dan kemampuan calon debitur, kondisi modal, jaminan, serta situasi bisnis yang dapat memengaruhi kemampuan pembayaran.

Dengan demikian, akuntansi bukan sekadar mempelajari pencatatan transaksi. Pengetahuan tersebut dapat menjadi dasar untuk mengambil keputusan keuangan yang lebih objektif.

Mengapa Memilih Jurusan Akuntansi?

Bagi calon mahasiswa yang tertarik pada dunia perbankan, keuangan, analisis bisnis, dan manajemen risiko, jurusan akuntansi dapat menjadi pilihan menarik. Program Studi S1 Akuntansi Universitas Alma Ata membekali mahasiswa dengan pembelajaran akuntansi keuangan, manajemen, audit, perpajakan, manajemen risiko, financial technology, hingga inteligensi bisnis.

Program Studi S1 Akuntansi Universitas Alma Ata juga telah memperoleh akreditasi Baik Sekali dan mengembangkan pembelajaran yang memadukan kompetensi akuntansi dengan kebutuhan dunia kerja serta transformasi digital.

Jika kamu ingin membangun karier sebagai Credit Analyst, analis keuangan, auditor, konsultan, atau profesional bisnis lainnya, pendidikan akuntansi dapat menjadi salah satu fondasi yang kuat.

Saatnya mempersiapkan masa depan sejak sekarang. Bergabunglah dengan Prodi S1 Akuntansi Universitas Alma Ata dan kembangkan kemampuan akuntansi, analisis, teknologi, serta profesionalisme untuk menghadapi dunia kerja.

👉 Daftar sekarang melalui PMB Universitas Alma Ata.