Penulis: Asri Dwi Ariyani, S.E., M.Sc.
Akuntansi bukan sekadar angka di laporan keuangan. Di balik setiap angka, ada keputusan, pertimbangan, dan integritas profesional. Salah satu kasus nyata yang sering dijadikan rujukan internasional adalah skandal akuntansi pada salah satu perusahaan bidang elektronik, yang menunjukkan dampak dari kesalahan pencatatan dan tekanan manajemen dapat berujung pada krisis besar. Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa kesalahan akuntansi tidak selalu terjadi karena ketidaktahuan, tetapi sering kali karena kegagalan etika dan tata kelola perusahaan.
Gambaran singkat kasus dijelaskan bahwa pada tahun 2015, perusahaan elektronik raksasa asal negeri sakuta mengumumkan bahwa mereka telah melebihkan laba perusahaan (overstatement profit) selama kurang lebih 7 tahun. Sehingga, total laba yang dibesar-besarkan diperkirakan mencapai lebih dari USD 1,2 miliar.
Kesalahan ini yang telah terjadi bukan hanya satu kesalahan teknis, melainkan terjadi secara sistematis di berbagai divisi. Beberapa praktik akuntansi bermasalah yang terungkap antara lain:
- Pengakuan Pendapatan Terlalu Dini à Pendapatan diakui sebelum proyek benar-benar selesai atau sebelum risiko signifikan berpindah ke pelanggan.
- Menunda Pengakuan Biaya à Biaya proyek yang seharusnya dicatat pada periode berjalan ditunda ke periode berikutnya agar laba terlihat lebih tinggi.
- Tekanan dari Manajemen Puncak à Budaya internal perusahaan dikenal dengan istilah: “Challenge” — target laba tinggi yang harus dicapai, meskipun secara realistis sulit dilakukan.Tekanan ini membuat manajer level menengah dan staf akuntansi enggan menolak atau mengoreksi perintah atasan, meskipun sadar praktik tersebut tidak sesuai standar akuntansi.
Berdasarkan pada permasalahan yang terungkap dampak yang ditimbulkan antara lain:
- Harga saham perusahaan di bursa efek anjlok drastic
- CEO dan beberapa direksi mengundurkan diri
- Sanksi dari regulator pasar modal negara asal
- Kepercayaan investor dan publik menurun tajam
- Perusahaan harus melakukan restatement laporan keuangan dan restrukturisasi besar-besaran untuk kepentingan jangka Panjang.
Pelajaran penting bagi akuntan dan manajemen dalam menjalankan tugas dalam sebuah profesi dari kasus di atas diantaranya
- Etika Profesional Lebih Penting dari Target Laba à Akuntan tidak hanya bertanggung jawab pada atasan, tetapi juga pada standar akuntansi, pemangku kepentingan, kepentingan public.
- Pengendalian Internal Tidak Boleh Sekadar Formalitas à pengendalian internal harus didukung budaya perusahaan yang sehat, bukan hanya dokumen prosedur.
- Akuntan sebagai Penjaga Kepercayaan (Guardian of Trust) à Akuntan memiliki peran strategis: Menjaga transparansi, Menjadi “rem” saat manajemen terlalu agresif, Memberikan peringatan dini sebelum masalah membesar
