Penulis: Dr. Kusumaningdiah Retno Setiorini, SE., Ak., M.Ak., CA.

Generasi Z (Gen Z) merupakan generasi yang tumbuh dan berkembang di tengah pesatnya kemajuan teknologi digital. Karakteristik Gen Z yang adaptif terhadap teknologi, kreatif, dan terbiasa dengan informasi cepat menjadikan akuntansi memiliki peran strategis dalam membentuk kompetensi dan kesiapan mereka menghadapi dunia kerja modern. Akuntansi tidak lagi dipandang sebagai proses pencatatan keuangan semata, tetapi sebagai keterampilan analitis yang relevan di era digital.

Bagi Gen Z, akuntansi berperan sebagai dasar literasi keuangan yang penting. Pemahaman akuntansi membantu Gen Z mengelola keuangan pribadi, memahami investasi, pajak, serta risiko keuangan. Literasi keuangan yang baik akan meningkatkan kemampuan Gen Z dalam mengambil keputusan ekonomi yang rasional dan bertanggung jawab, baik sebagai individu maupun calon pelaku usaha.

Selain itu, perkembangan teknologi seperti artificial intelligence, big data, dan sistem akuntansi berbasis cloud mengubah peran akuntan menjadi lebih strategis. Gen Z yang mempelajari akuntansi memiliki peluang besar untuk berperan sebagai analis keuangan, auditor berbasis teknologi, maupun konsultan bisnis digital. Kombinasi pemahaman akuntansi dan kemampuan teknologi menjadikan Gen Z lebih kompetitif di pasar kerja global (IFAC, 2020).

Akuntansi juga berperan dalam membentuk nilai etika dan tanggung jawab sosial Gen Z. Melalui pembelajaran akuntansi, Gen Z diperkenalkan pada prinsip transparansi, akuntabilitas, dan integritas dalam pelaporan keuangan. Nilai-nilai tersebut sangat penting dalam mencegah kecurangan (fraud) dan menciptakan praktik bisnis yang berkelanjutan.

Dengan demikian, akuntansi memiliki peran penting dalam mempersiapkan Gen Z sebagai generasi profesional yang cerdas secara finansial, melek teknologi, dan beretika. Pembelajaran akuntansi yang adaptif dan kontekstual akan menjadi kunci dalam menjawab tantangan ekonomi dan bisnis di masa depan.