Penulis: Dr. Kusumaningdiah Retno Setiorini, SE., Ak., M.Ak., CA.

Era Society 5.0 ditandai dengan integrasi teknologi digital seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence), big data, dan Internet of Things (IoT) dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia bisnis dan keuangan. Dalam konteks ini, akuntansi tidak lagi sekadar berfokus pada pencatatan transaksi keuangan, tetapi berkembang menjadi alat strategis dalam pengambilan keputusan. Oleh karena itu, belajar akuntansi menjadi semakin penting di era Society 5.0.

Akuntansi berperan dalam menyediakan informasi keuangan yang relevan, andal, dan tepat waktu bagi manajemen serta pemangku kepentingan. Di era digital, sistem akuntansi berbasis teknologi memungkinkan pengolahan data secara real time, sehingga meningkatkan akurasi dan efisiensi pelaporan keuangan. Pemahaman akuntansi yang baik membantu individu dan organisasi dalam menganalisis kinerja keuangan, mengelola risiko, serta merancang strategi bisnis yang berkelanjutan.

Selain itu, Society 5.0 menekankan keseimbangan antara kemajuan teknologi dan kesejahteraan manusia. Akuntansi berkontribusi melalui pengembangan akuntansi berkelanjutan dan pelaporan sosial-lingkungan. Konsep seperti environmental accounting dan sustainability reporting menjadi semakin relevan untuk memastikan bahwa aktivitas ekonomi tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan.

Belajar akuntansi juga membekali generasi muda dengan literasi keuangan yang kuat. Kemampuan memahami laporan keuangan, pajak, dan anggaran sangat dibutuhkan baik dalam dunia kerja maupun kehidupan sehari-hari. Di tengah kompleksitas ekonomi digital, individu yang memiliki pemahaman akuntansi akan lebih adaptif, kritis, dan kompetitif.

Dengan demikian, akuntansi di era Society 5.0 tidak hanya berfungsi sebagai alat teknis, tetapi juga sebagai fondasi penting dalam menciptakan pengambilan keputusan yang cerdas, etis, dan berorientasi pada keberlanjutan.