Mengapa Jurusan Akuntansi Disebut Jurusan yang “Resesi-Proof”?– Prodi Akuntansi Alma Ata.

Ketika kondisi ekonomi tidak menentu, calon mahasiswa biasanya mulai mempertimbangkan satu hal penting sebelum memilih kuliah: apakah jurusan yang dipilih memiliki peluang kerja jangka panjang? Jurusan akuntansi sering masuk dalam daftar bidang yang dianggap relatif tahan terhadap perlambatan ekonomi atau dikenal dengan istilah recession-proof. Namun, benarkah demikian?

Jawabannya bukan karena profesi akuntansi kebal terhadap resesi, melainkan karena fungsi akuntansi tetap dibutuhkan ketika ekonomi tumbuh maupun melambat.

Mengapa Akuntansi Tetap Dibutuhkan Saat Ekonomi Melambat?

Dalam kondisi bisnis normal, perusahaan membutuhkan akuntan untuk menyusun laporan keuangan, mengelola perpajakan, melakukan audit, menyusun anggaran, hingga menganalisis kinerja perusahaan. Ketika terjadi tekanan ekonomi, fungsi tersebut justru menjadi semakin penting.

Perusahaan harus mengetahui posisi kas, mengendalikan biaya, mengevaluasi utang, menghitung risiko, dan menentukan bagian bisnis mana yang masih menguntungkan. Informasi tersebut bersumber dari sistem akuntansi yang baik.

Itulah mengapa lulusan jurusan akuntansi tidak hanya dibutuhkan untuk “mencatat uang”, tetapi juga membantu organisasi mengambil keputusan berdasarkan informasi keuangan.

Data U.S. Bureau of Labor Statistics memperkuat gambaran tersebut. BLS memproyeksikan pekerjaan accountants and auditors tumbuh sekitar 5% pada 2025–2035, lebih tinggi dibandingkan rata-rata seluruh pekerjaan di Amerika Serikat. BLS juga menilai penggunaan AI dan otomasi akan mengurangi pekerjaan rutin, tetapi tidak diperkirakan menghilangkan kebutuhan terhadap akuntan secara keseluruhan. Peran analitis dan konsultatif justru menjadi semakin penting.

Akuntansi Juga Dibutuhkan karena Regulasi

Ada alasan lain mengapa profesi ini relatif kuat: regulasi tidak berhenti ketika ekonomi melemah.

Di Indonesia, misalnya, Otoritas Jasa Keuangan melalui POJK Nomor 14/POJK.04/2022 mengatur kewajiban penyampaian laporan keuangan berkala bagi emiten dan perusahaan publik. Laporan keuangan tahunan juga wajib diaudit oleh akuntan publik yang terdaftar di OJK. Artinya, kebutuhan terhadap kompetensi akuntansi berkaitan erat dengan transparansi, tata kelola, dan kepatuhan perusahaan.

Bagaimana dengan Ancaman AI?

Perkembangan AI memang mengubah dunia akuntansi. World Economic Forum bahkan menunjukkan bahwa sejumlah pekerjaan akuntansi yang bersifat rutin menghadapi tekanan akibat digitalisasi dan otomatisasi.

Namun, ini bukan berarti jurusan akuntansi kehilangan relevansinya.

Ikatan Akuntan Indonesia menegaskan bahwa transformasi digital justru menggeser profesi akuntan dari pekerjaan klerikal menuju peran sebagai trusted advisor berbasis data. Kompetensi seperti analisis data, professional judgement, manajemen risiko, ESG, teknologi, dan konsultasi bisnis semakin dibutuhkan.

Karena itu, mahasiswa akuntansi masa kini perlu mempelajari lebih dari debit dan kredit. Mereka perlu memahami teknologi, perpajakan, audit, analisis laporan keuangan, sistem informasi, hingga pengambilan keputusan bisnis.

Jurusan Akuntansi: Pilihan untuk Karier Jangka Panjang

Istilah recession-proof sebaiknya tidak dimaknai sebagai jaminan bahwa lulusan akuntansi tidak pernah terdampak resesi. Maknanya adalah bahwa fungsi akuntansi tetap relevan dalam berbagai kondisi ekonomi.

Jika Anda tertarik membangun kompetensi di bidang akuntansi, keuangan, audit, perpajakan, serta dunia bisnis modern, Program Studi S1 Akuntansi Universitas Alma Ata dapat menjadi pilihan untuk mempersiapkan karier masa depan.

Saatnya mengubah kemampuan membaca angka menjadi kemampuan membaca arah bisnis.

Daftarkan diri Anda di Prodi S1 Akuntansi Universitas Alma Ata Yogyakarta melalui laman resmi PMB:

Daftar S1 Akuntansi Universitas Alma Ata